Explore Category

Hukum & Kriminal


Tolak Razia Narkoba, Napi Penghuni Lapas Klas II A Jambi Bakar Ruangan Lapas

Kamis, 02 Maret 2017 | 08:18:45
| Dibaca: 2286 kali
Penulis: Nazarman Editor: Sarkopos.com

penghuni Lapas kelas II A Jambi yang terluka di evakuasi
penghuni Lapas kelas II A Jambi yang terluka di evakuasi / ist

Nazarman

JAMBI-Kericuhan di Lapas klas II A Jambi, Rabu malam sekitar pukul 21.00 WIB, narapidana melakukan aksi pembakaran salah satu ruang di dalam lembaga pemasyarakatan itu

Informasi yang dihimpun Kericuhan disertai pembakaran yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Jambi yang berada di Jalan Patimura lintas Timur Sumatera tersebut menyebabkan 7 orang terluka.

Polisi pun melakukan tindakan tegas dengan melepaskan tembakan gas air mata ke para penghuni lapas yang mengamuk. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Jambi Bambang Palasara menyatakan kerusuhan dipicu rencana razia yang akan dilaksanakan pihaknya dan kepolisian.

"Kami belum melakukan razia. Baru rencana. Rupanya, mereka (para narapidana) menolak razia tersebut," ujar Bambang Palasara kepada wartawan di Lapas Kelas II Jambi, Kamis (3/3/2017).

"Dari komunikasi yang kami lakukan, mereka bukan menolak razia, tapi mereka meminta agar razia jangan terlalu sering dilakukan," tambah Bambang Palasara.

Para napi, kata Bambang Palasara, juga menyampaikan keluhan soal kondisi lapas, di antaranya mengenai kekurangan air, harga makanan di kantin yang terlalu mahal, dan kondisi lapas yang penuh sesak karena over capacity.

Karena jumlah petugas lapas yang tak seimbang, napi semakin leluasa melakukan perlawanan. Pukul 20.30 WIB napi membakar kantin koperasi, aula dan blok khusus wanita.

Hal ini menyebabkan petugas terpaksa mengevakuasi napi wanita ke tahanan milik Imigrasi Jambi. Hingga Kamis (2/3) dini hari, napi masih melakukan perlawanan, meski personel gabungan dari Brimob, Dalmas Polda, Polresta Jambi dan TNI telah bersiaga.

"Situasi yang tidak kondusif saat itu membuat para napi melakukan perlawanan sehingga ada beberapa tahanan yang luka-luka dan ada juga yang dilumpuhkan dengan tembakan peluru karet karena melawan petugas dan melakukan perusakan sarana lapas," jelasnya.

Sekitar pukul 00.10 WIB dilaksanakan dialog antara perwakilan 20 orang napi dengan Kalapas, Kakanwil Kemenkumham, Kapolda Jambi, Danrem, Sekda Provinsi Jambi, Kapolresta Jambi, dan Wali Kota Jambi. Dalam dialog tersebut perwakilan napi menegaskan tidak mau menerima razia yang dilaksanakan pada malam hari karena takut terhadap penyusup dari luar personel lapas.

Hingga kini anggota kepolisian dan TNI yang berjumlah 600 orang personel masih berjaga di sekitar lingkungan lapas.(*)

Penulis: Nazarman

Sumber: Antara news.com