Tutup MTQ di Bungo Antoi, Ini Pesan H Al Haris

Rabu, 10 Januari 2018 | 09:00:40
| Dibaca: 1272 kali
Penulis: Nazarman Editor: Sarkopos.com

Acara penutupan MTQ di Desa Bungo Antoi
Acara penutupan MTQ di Desa Bungo Antoi /

Nazarman

MERANGIN-Bupati Merangin H Al Haris pada Senin malam (9/1), menutup secara resmi Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-1 tingkat Desa Bungo Antoi Kecamatan Tabir Selatan.

Acara penutupan berlangsung meriah diwarnai dengan berbagai hiburan bernuansa Islami. ‘’Setiap ada cara MTQ, saya selalu memaksakan diri untuk bisa hadir pada acara tersebut,’’ujar Bupati.

Mengapa demikian? Dijelaskan bupati, sebab melalui penyelenggaraan MTQ, anak-anak jadi terdorong untuk kencintai dan hobi membaca Al Quran. Tidak hanya itu, anak-anak jadi tertarik untuk mempelajari lebih dalam kandungan Al Quran.

Melalui pelaksanaan MTQ itu juga lanjut bupati, masyarakat jadi gencar untuk memuliakan Al Quran, baik di rumah-rumah warga maupun di masjid-masjid dan surau-surau.

‘’Saya sangat berterimakasih sekali dengan Kades Bungo Antoi yang telah menyelenggarakan MTQ pertama ini. Saya sudah intruksikan ke seluruh kepala desa untuk membuat anggaran penyelenggaraan MTQ di desanya,’’jelas Bupati.

Setelah semua desa menyelenggarakan MTQ di setiap kecamatannya, nanti baru digelar MTQ tingkat kecamatan tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan MTQ tingkat Kabupaten Merangin dan tingkat Provinsi Jambi.

Pada kesempatan itu bupati juga menegaskan, agar anak-anak berhati-hati dalam menggunakan teknologi canggih, terutama hand phone android. Berbagai ilmu bisa didapat hand phone android, namun banyak juga yang tidak benarnya.

‘’Di HP Android itu lengkap, bisa belajar cara membaca Al Quran yang baik, bisa bahasa Arab dan bisa apa saja. Tapi berhati-hatilah terhadap hal-hal yang negatif, karena semua itu juga ada, dari video prono sampai narkoba,’’terang Bupati.

Dijaman sekarang ini tegas bupati, generasi muda akan terancam masa depannya, apabila tidak mempunyai keimanan dan ilmu agama yang kuat. Berbagai pengaruh global, terus mengancam dari berbagai sisi.

Dengan semakin banyaknya desa-desa di Merangin menggelar MTQ, bupati semakin yakin Merangin bisa menjadi kabupaten 1000 hafis. ‘’Orang yang hafal Al Quran, pasti tidak mungkin hidup di jalanan jadi gelandangan, paling tidak bisa jadi Imam masjid,’’kata Bupati. (*)

Penulis: Nazarman